Bulan Bahasa dan Sastra

Kegiatan Prodi

Bulan Bahasa dan Sastra adalah bulan penguatan jati diri bahasa dan sastra sebagai bentuk sumbangsih pembangunan manusia dan pendidikan di Indonesia. Keberadaan tersebut perlu di teguhkan kembali melalui kualitas keilmuan dan sumbangsih nya terhadap pendidikan maupun perkembangan ilmu pengetahuan. Bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa karena pada 28 Oktober 1928 para pendahulu bangsa kita mencetuskan Sumpah Pemuda dengan bahasa, bahasa Indonesia, sebagai butir ketiganya. Belakangan, bulan Oktober tidak disebut sebagai bulan bahasa saja, tapi bulan bahasa dan sastra. Ini seharusnya dilakukan sejak lama. Sebab meskipun bahan dasar sastra merupakan bahasa, kompleksitasnya kadang melampaui bahasa.

Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa dan sastra. Keragaman bahasa dan sastra di Indonesia menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (2008) telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia. Bertolak dari keragaman itu, bangsa Indonesia menjadi lebih paham akan arti persatuan. Meskipun beragam latar bahasanya, bangsa Indonesia terhubung melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Meskipun penggunaan bahasa Indonesia cenderung tergusur oleh pemakaian bahasa asing, bahasa Indonesia masih tetap memegang fungsinya sebagai sarana komunikasi yang menyatukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pengutamaan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional bukan hanya tugas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), melainkan  juga tugas seluruh rakyat Indonesia. Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diselenggarakan setiap tahun adalah upaya BPPB untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra Indonesia, serta bertekad memelihara semangat dan meningkatkan peran serta masyarakat luas dalam menangani masalah bahasa dan sastra itu. (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI).

Melalui momentum bulan bahasa dan sastra perlu diketahui bahwa mahasiswa Pendidikan bahasa dan sastra diwajibkan mengikuti kuliah-kuliah dasar bidang masing-masing. Mahasiswa Prodi PBI dibekali dengan teori dan praktik kependidikan, diantaranya ilmu pendidikan, teori belajar dan strategi pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam kajian linguistik akan belajar Pengantar Linguistik Umum, Fonologi. Morfologi, Sintaksis, Semantik, Pragmatik, dan kuliah-kuliah linguistik lainnya. Lalu mahasiswa bidang sastra juga harus belajar Pengantar Kajian Sastra, Telaah Puisi, Telaah Prosa, Telaah Drama, Kritik Sastra, dan beberapa kuliah sastra lain. Tujuannya agar masing-masing mahasiswa, meskipun berfokus pada salah satu bidang, tetap memiliki bekal dasar untuk mencermati fenomena sastra maupun linguistik. Melalui keilmuan yang telah dipelajari mahasiswa, tentunya harus sadar bahwa bukan hanya persoalan mempelajari keilmuan tersebut tapi juga mereka melestarikan, memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia, serta kritis dalam penggunaannya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam acara Bulan Bahasa dan Sastra bisa berbentuk beberapa kegiatan. Ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang berkarya atau berekspresi, ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang peningkatan kualitas berbahasa Indonesia, dan ada kegiatan yang diadakan sebagai ajang perlombaan. Bulan Bahasa dan Sastra melibatkan masyarakat luas, tidak hanya siswa, mahasiswa, guru dan dosen, tetapi juga lomba  pengajaran BIPA serta lomba keterampilan berbahasa Indonesia bagi peserta BIPA .

Bangkalan, 06 September 2017

Admin.

Tinggalkan Balasan

Comment
Name*
Mail*
Website*